Pemkab Kotim Tegaskan Dukungan Pembangunan Yonif TP 923/Mentaya, Pastikan Lahan Milik TNI Sejak 1999

IMG-20260522-WA0045

Newsbarito, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur, bersama jajaran Forkopimda termasuk Polres Kotawaringin Timur dan Kodim 1015/Sampit, secara resmi menegaskan  dukungan penuh terhadap pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 923/Mentaya. Dalam siaran pers gabungan yang dirilis Jumat (22/5/2026), pemda juga meluruskan isu status lahan dengan memastikan area konstruksi merupakan aset TNI yang telah sah dikelola sejak tahun 1999.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan informasi yang objektif, transparan, dan menyejukkan bagi seluruh lapisan masyarakat. “Kami ingin memastikan tidak ada kesalahpahaman di tengah publik. Pembangunan ini adalah bagian dari upaya strategis memperkuat pertahanan wilayah sekaligus mendukung stabilitas keamanan yang berdampak positif bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Klarifikasi Status Lahan: Sah dan Teregister

Menanggapi beredarnya berbagai informasi di masyarakat, Pemkab Kotim bersama unsur keamanan menekankan fakta hukum terkait lokasi pembangunan. Lahan yang digunakan untuk markas Yonif TP 923/Mentaya berada di atas tanah yang telah dikuasai dan dikelola oleh Kodim 1015/Sampit sejak tahun 1999.

“Status lahan ini sangat jelas. Telah memiliki Surat Pernyataan Tanah (SPT) yang teregister resmi di tingkat Kelurahan maupun Kecamatan. Ini adalah aset negara yang pengelolaannya telah berlangsung lebih dari dua dekade,” tegas rilis tersebut.

Penegasan ini penting untuk meredam potensi konflik atau spekulasi liar, mengingat kehadiran satuan militer baru seringkali memicu pertanyaan terkait dampak sosial dan lingkungan. Dengan kejelasan status lahan ini, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Sinergi Untuk Ketertiban Masyarakat

Pemerintah Daerah mengajak seluruh elemen masyarakat Kotawaringin Timur untuk bersinergi menjaga situasi yang kondusif. Kehadiran Yonif TP 923/Mentaya diproyeksikan tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga mitra dalam penanganan bencana, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan ketertiban umum.

“Mari kita sikapi setiap informasi dengan bijak berdasarkan fakta. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan rakyat adalah kunci keberhasilan pembangunan ini,” tambah pihak Pemkab.

Hingga saat ini, ratusan prajurit Yonif TP 923/Mentaya yang telah tiba di Sampit sejak Maret 2025 terus melakukan konsolidasi sambil menunggu selesainya fasilitas permanen. Dengan dimulainya pembangunan fisik ini, Pemkab Kotawaringin Timur optimis kehadiran batalyon tersebut akan menjadi katalisator positif bagi kemajuan wilayah Kotawaringin Timur ke depannya. (Egi)