Inovasi Kesehatan Terpadu: Puskesmas Jatirahayu Luncurkan SIKELING dan Inisiasi SIMRAGA untuk Nol Kematian Ibu dan Bayi

Screenshot_2026-07-13-11-56-59-09_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

News,Bekasi – Puskesmas Jatirahayu hari ini resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Skrining Kesehatan Keliling (SIKELING) sekaligus Sosialisasi Inisiasi Sekolah Ibu Hamil Rahayu Bahagia (SIMRAGA). Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Jatirahayu Senin (13/7/26) dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari perwakilan pemerintah kecamatan, lurah, tokoh masyarakat, hingga pihak swasta dan akademisi.

Kepala Puskesmas Jatirahayu, dr. Julo, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kedua program ini merupakan langkah inovatif untuk meningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan di wilayahnya.

“SIKELING merupakan program inovasi kami yang dikembangkan dari konsep sebelumnya, yakni SIKEJU. Sementara SIMRAGA masih dalam tahap inisiasi,” ungkap dr. Julo di hadapan para peserta bimtek.

Menurut dr. Julo, tujuan utama dari integrasi kedua program ini adalah menciptakan masyarakat Kelurahan Jatirahayu yang sehat dan tangguh terhadap ancaman penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular. Deteksi dini melalui skrining keliling diharapkan dapat mencegah komplikasi kesehatan sebelum menjadi serius.

Terkait program SIMRAGA, dr. Julo menyampaikan harapan besar agar inisiasi sekolah bagi ibu hamil ini dapat menjadi benteng perlindungan bagi ibu dan anak. “Harapan kami ke depan, melalui SIMRAGA, tidak akan lagi ditemukan kasus kematian ibu hamil maupun kematian bayi di wilayah Jatirahayu. Ini adalah target mulia yang harus kita wujudkan bersama,” tegasnya.

Dr. Julo juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi. Ia mengajak seluruh stakeholder yang hadir—termasuk PKK, Forum RW, RS Helsa, Universitas Panca Sakti, hingga pelaku usaha lokal—untuk bersinergi secara aktif.

“Semua yang hadir hari ini adalah mitra kunci. Mari kita bekerja sama dan bersinergi sehingga tujuan dari SIKELING dan SIMRAGA dapat terwujud demi kesejahteraan warga Jatirahayu,” tutup dr. Julo.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi teknis mengenai mekanisme pelaksanaan skrining keliling dan kurikulum awal untuk Sekolah Ibu Hamil Rahayu Bahagia, menandai dimulainya era baru pelayanan kesehatan preventif di Kecamatan Pondokmelati.

(Egi)