Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Kunci, RW 06 Jatiranggon Sukses Laksanakan Program “Bekasi Keren” senilai Rp100 Juta

IMG20260730111102

News, Bekasi – Komitmen terhadap tata kelola keuangan yang terbuka dan bertanggung jawab kembali ditunjukkan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) RW 06, Kelurahan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Kamis (30/6/26). Dalam acara evaluasi dan serah terima program “Lingkar Bekasi Keren”, Ketua RW 06 secara gamblang memaparkan penggunaan dana APBD Kota Bekasi tahun anggaran 2026 sebesar Rp100 juta yang telah terealisasi 100 persen pada periode 13 Juli hingga 13 Agustus 2026.

Ketua RW 06 menyampaikan bahwa laporan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan penataan lingkungan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta Permendagri Nomor 130 Tahun 2018. Tujuannya jelas: menilai kesesuaian hasil pekerjaan dengan rencana, mengidentifikasi kendala, dan menjadi dasar perbaikan untuk kegiatan selanjutnya.

Prinsip “Tidak Ada Yang Fiktif”

Dalam sambutannya di hadapan tim pengawas dari Kelurahan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, serta warga setempat, Ketua RW 06 menekankan pentingnya transparansi. “Agar ini menjadi transparansi dan akuntabilitas buat kita semua, kami pastikan apa yang dibeli itu nyata. Tidak ada yang fiktif, tidak ada sesuatu yang tidak ada,” tegasnya.

Ia merinci bahwa dana tersebut dialokasikan untuk pembelian 33 item barang yang bersifat investasi jangka panjang. Rincian pengadaan tersebut meliputi:
1. Fasilitas Pertemuan & Administrasi: 1 unit proyektor (pointer) untuk presentasi warga, 3 unit meja tamu, meja kantor, laci meja, serta 1 unit kursi pimpinan standar.
2. Peralatan Kebersihan & Pertamanan: Inisiatif pembelian 1 unit mesin potong kayu dan 1 unit mesin potong rumput. Pembelian mesin potong kayu dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak saat terjadi pohon tumbang sebelumnya, di mana RW tidak memiliki alat sendiri. Kini, alat tersebut tersedia untuk antisipasi bencana kecil dan perawatan rutin.
3. Aset Bersama untuk 4 RT: 12 unit meja lipat yang dibagikan merata ke masing-masing RT untuk keperluan kerja bakti atau acara warga.
4. Kenyamanan Warga: Penambahan 100 unit kursi plastik DC (melengkapi pembelian tahun lalu) dan 40 unit kursi plastik lainnya berdasarkan usulan RT 03.
5. Keamanan & Infrastruktur: Pemasangan tambahan CCTV untuk keamanan lingkungan, serta pembelian material konstruksi seperti besi penyangga 3 inci (4 unit), semen senilai Rp27 juta, pasir, cangkul, dan tangga besar untuk kebutuhan gotong royong.
6. Pemberdayaan Perempuan: Pembelian peralatan hadroh untuk ibu-ibu PKK, yang juga menjadi bagian dari peningkatan kualitas kegiatan sosial di wilayah tersebut.

Manfaat Nyata dan Kemandirian Warga

Ketua RW 06 optimis bahwa aset-aset ini akan memberikan manfaat minimal selama lima tahun ke depan. Ia mengajak seluruh Ketua RT dan warga untuk menjaga aset tersebut dengan baik. “Lebih baik kita punya sendiri daripada harus pinjam atau sewa lagi. Ini menciptakan kemandirian rukun warga dalam merawat aset,” ujarnya.

Dampak positif program ini sudah langsung dirasakan warga, terutama dalam aspek keamanan berkat penambahan CCTV, serta efisiensi ekonomi karena tersedianya peralatan kebersihan dan acara milik bersama. Perubahan perilaku warga menuju lebih peduli terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan juga mulai terlihat.

Apresiasi Lurah: Wujudkan Mimpi Fasilitas Lengkap

Lurah Jatiranggon, Dedy Suryadi, dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas terlaksananya program ini. Ia mengungkapkan bahwa hari tersebut menandai serah terima belanja barang program Lingkar Bekasi Keren yang keempat di Kelurahan Jatiranggon.

“Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillah. Program yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Bekasi ini semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak, khususnya di Kelurahan Jatiranggon dan umumnya di Kota Bekasi,” ujar Dedy.

Lebih lanjut, Dedy berharap program ini dapat mewujudkan mimpi masyarakat Jatiranggon untuk mendapatkan fasilitas pelayanan yang lengkap. “Ke depannya, melalui Lingkar Bekasi Keren, bukan hanya belanja barang, tetapi juga perbaikan infrastruktur dan lainnya dapat diwujudkan. Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Camat: Dana Rp100 Juta Terserap Penuh dan Transparan

Sementara itu, Camat Jatisampurna, Nata Wirya, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan RW 06 dalam mengelola dana tersebut. Ia menegaskan bahwa dana Rp100 juta telah dibelanjakan sepenuhnya (full) dan distribusinya terasa adil ke empat RT yang ada di RW 06.

“Saya melihat sendiri, sangat transparan. Barang-barangnya lengkap, mulai dari tempat air, peralatan hadroh untuk Ibu PKK, mesin potong rumput, mesin potong kayu, kursi, hingga tenda. Semua RT mendapat bagian. Alhamdulillah, luar biasa,” kata Nata Wirya.

Camat Nata Wirya juga menyoroti bahwa program ini membuktikan janji Walikota Bekasi benar-benar menyentuh masyarakat bawah. “Masyarakat bisa melihat langsung bahwa program Lingkar Bekasi Keren betul-betul sangat menyentuh masyarakat. Saya mengapresiasi kegiatan ini karena selain keterbukaan, warga juga merasa dihargai. Semoga program ini terus berlanjut dan bahkan nominal anggarannya bisa ditingkatkan sesuai janji Pak Walikota,” pungkasnya.

Dengan selesainya program “Bekasi Keren” ini, RW 06 Kelurahan Jatiranggon berharap dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengelola dana lingkungan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan warga jangka panjang.

(Egi)