Mengalir Tanpa Hambatan: Kolaborasi Warga dan Pemerintah Bersihkan Kali Kolong Tol Jatiwarna

IMG-20260725-WA0011

News,Bekasi –– Air adalah sumber kehidupan, namun ketika alirannya tersumbat, ia bisa menjadi bencana. Inilah realitas yang dihadapi warga di sekitar Kali Kolong Tol Joor, Jatiwarna. Sedimentasi yang menumpuk bukan hanya soal lumpur, tapi soal waktu tunggu air yang melambat, memicu genangan, dan akhirnya mengganggu kenyamanan kita bersama. Jumat (24/7/26)

Menyadari urgensi tersebut, Sekcam Pondok Melati, H. Ferry Prihadi, tidak menunggu lama. Bersama Lurah Jatimelati, Lurah Jatiwarna, serta tim gabungan dari Kasi Trantib, UPTD DBMSDA, Tim Alat Berat DBMSDA Kota Bekasi, hingga dukungan penuh Satpol PP dan Linmas, mereka turun langsung ke lapangan. Bukan sekadar menggali tanah, tetapi membuka jalan bagi air untuk kembali mengalir bebas.

Mengapa Lokasi Ini Penting?
Kali Kolong Tol Joor adalah “arteri” penghubung vital. Air yang turun dari Kelurahan Jatimurni dan Jatimelati harus melewati jalur ini sebelum mencapai Jatiwarna. Jika jalur ini sempit karena sedimentasi, dampaknya akan terasa berantai. Tujuan akhir dari aliran ini adalah dua polder raksasa di Jatirahayu—Polder Candra dan Polder Bulak Tinggi yang saat ini sedang dibangun sebagai benteng pertahanan terakhir terhadap banjir. Dengan membersihkan hulu dan tengahnya sekarang, kita memastikan beban di hilir nanti tidak berlebihan.

Ini Baru Permulaan
Pengerukan yang telah tuntas ini bukanlah garis finis, melainkan garis start. Rencana selanjutnya sudah matang: penyisiran saluran-saluran sekunder yang kondisinya mulai memprihatinkan. Targetnya jelas: nol hambatan bagi aliran air. Minimalisir genangan, maksimalkan kenyamanan.

Peran Kita Semua
Pemerintah telah menyediakan alat berat, tenaga, dan anggaran. Namun, mesin sekuat apapun tidak akan mampu melawan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Di sinilah peran kunci warga Pondok Melati dan seluruh Kota Bekasi.

Sekcam H. Ferry Prihadi menyampaikan pesan sederhana namun menohok:
“Kalau bukan kita, siapa lagi? Jika tidak sekarang, kapan lagi?”

Menjaga sungai bukan tugas petugas kebersihan semata, melainkan tanggung jawab moral kita sebagai penghuni kota. Setiap botol plastik yang dibuang pada tempatnya, setiap kesadaran untuk tidak mencemari kali, adalah kontribusi nyata bagi visi besar Kota Bekasi: “Nyaman Kotanya, Sejahtera Warganya.”

Mari jadikan aksi pengerukan ini sebagai momentum perubahan. Sungai bersih, hati tenang, Bekasi maju. (Egi )