Dari Akar Rumput ke Panggung Dunia: Tri Adhianto Bekali 63 Ribu Pemuda Bekasi Skill Global
News, Bekasi – Aula Nonon Sonthanie menjadi saksi sejarah baru bagi gerakan kepemudaan di Kota Bekasi saat Wali Kota Tri Adhianto membuka Temu Karya Karang Taruna VII, Kamis (25/6/26). Dalam forum strategis ini, Tri tidak sekadar memberikan sambutan seremonial, melainkan menyampaikan visi besar bahwa masa depan kota ini ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Ia menekankan bahwa era pembangunan kini telah bergeser dari sekadar mengejar kemegahan infrastruktur fisik menuju penguatan fondasi SDM yang kreatif, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi.
Tri Adhianto memandang Karang Taruna bukan hanya sebagai organisasi sosial biasa, melainkan sebagai “tentara pembangunan” di tingkat akar rumput. Dengan kekuatan massa mencapai 63.000 anggota yang tersebar di seluruh kelurahan, organisasi ini memiliki energi kolektif yang luar biasa. Potensi raksasa ini, menurut Wali Kota, harus dikelola dengan pendekatan profesionalisme modern agar mampu menjawab tantangan kompleks masyarakat urban yang semakin dinamis dan terhubung secara digital.
“Kami ingin Karang Taruna menjadi inkubator bagi generasi muda yang inovatif dan siap bertarung dalam persaingan global,” tegas Tri Adhianto. Pesan ini merupakan panggilan tindakan bagi para pemuda untuk keluar dari zona nyaman. Tri mengajak mereka untuk terus mengasah kompetensi, baik dalam hal teknis maupun soft skill, agar tidak tersapu arus disrupsi teknologi yang bergerak sangat cepat dan menuntut kemampuan belajar sepanjang hayat.
Sorotan utama dalam pidato Tri adalah pembukaan keran peluang kerja internasional yang kini telah terintegrasi dalam program pemerintah daerah. Ia melihat ini sebagai jalan pintas strategis bagi pemuda Bekasi untuk mendapatkan pengalaman kerja bertaraf dunia. Melalui akses ini, anggota Karang Taruna diharapkan dapat menyerap standar kerja global, memperluas jaringan profesional, serta membawa pulang pengetahuan terbaik untuk diterapkan di tanah air.
“Pemerintah telah menyiapkan jembatan, namun kalian yang harus menyeberanginya. Jangan jadi penonton di negeri sendiri,” seru Tri dengan nada motivatif. Ia mendesak para pemuda untuk proaktif memanfaatkan fasilitas negara guna meningkatkan kualifikasi diri. Sikap pasif, menurutnya, akan membuat generasi muda tertinggal, sedangkan keberanian mengambil risiko dan kesempatan akan membuka pintu menuju kualitas hidup yang lebih baik dan masa depan yang menjanjikan.
Di balik agenda peningkatan kapasitas individu, Temu Karya Karang Taruna VII juga dimaknai sebagai momen perekat solidaritas organisasi. Konsolidasi antar-pengurus dari berbagai tingkatan diharapkan melahirkan sinergi yang lebih kuat dan gagasan-gagasan segar. Pemerintah Kota Bekasi optimis bahwa melalui wadah ini, peran pemuda akan semakin nyata berkontribusi pada pembangunan kota, sekaligus mencetak talenta-talenta unggul yang mampu bersaing di kancah nasional hingga global. (Egi)






