Juanda–Pasar Baru Dibersihkan, Penertiban Plang Ilegal dan Kabel Semrawut Jadi Sorotan
News Barito, Bekasi — Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung memimpin kegiatan korve atau pembersihan wilayah di sepanjang Jalan Juanda hingga Pasar Baru, Bekasi Timur. Aksi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI untuk menggalakkan gerakan bersih-bersih dan penataan kawasan perkotaan. Sabtu, 14 Februari 2026
Titik kumpul kegiatan berada di Lapangan Multiguna Bekasi dengan melibatkan unsur Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Satpol PP, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Seluruh tim bergerak menyisir Jalan Juanda, mulai dari Jalan Mayor Oking (Proyek) hingga Pasar Baru Bekasi.
Dalam kegiatan tersebut, Tri Adhianto memfokuskan penataan di kawasan Pasar Baru. Ia menyoroti banyaknya tali plastik yang diikatkan pada pagar besi ruko sehingga merusak estetika kota. Selain itu, ia memerintahkan pemotongan plang nama toko yang tidak memiliki izin atau masa izinnya telah habis, serta pembenahan kabel-kabel yang terbengkalai dan semrawut.
“Kita ingin tata kota ini tertib dan enak dipandang. Jangan lagi ada tali plastik yang diikat sembarangan ke pagar ruko. Ini soal kesadaran bersama untuk menjaga wajah kota,” tegasnya di sela kegiatan.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup menyoroti persoalan volume sampah di Kota Bekasi yang terpantau hampir mencapai kapasitas maksimal. Ia menekankan pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, termasuk rencana pembentukan PTSL di area Bantargebang sebagai bagian dari langkah strategis pengendalian dan pengolahan sampah ke depan.
Dalam korve tersebut, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) turut menurunkan tim untuk melakukan perapihan kabel serta membantu pemotongan plang nama berbahan besi yang melanggar ketentuan. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum pembenahan tata kota yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
(Egi)






