Komunitas KDM Nusantara Gelar Mukernas Perdana, Fokus pada Rutilahu, BPJS, hingga Pelestarian Seni Budaya

IMG-20260830-WA0019

NEWS, PURWAKARTA, – Komunitas KDM Nusantara menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) perdana di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).

Mukernas tersebut menjadi forum untuk merumuskan sejumlah program kerja organisasi selama satu tahun ke depan. Program sosial, kesehatan, perumahan, hingga pengembangan seni dan budaya menjadi sejumlah agenda yang dibahas.

Ketua Umum Komunitas KDM Nusantara H M Bachtiar mengatakan, salah satu program yang akan menjadi perhatian adalah membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan karena kepesertaan BPJS Kesehatan tidak aktif akibat tunggakan iuran.

Menurut Bachtiar, komunitas akan berupaya memberikan pendampingan kepada warga yang membutuhkan bantuan tersebut.

“Kami akan membantu warga yang BPJS-nya tidak aktif karena memiliki tunggakan. Kami akan berupaya membantu pembayaran tunggakannya,” kata Bachtiar di Purwakarta, Minggu (30/8/2026).

Selain persoalan kesehatan, Komunitas KDM Nusantara juga akan memberikan perhatian terhadap warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Bachtiar mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan langsung ke sejumlah daerah untuk memastikan kondisi masyarakat yang rumahnya belum tersentuh program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Ia mencontohkan adanya laporan dari masyarakat di wilayah Bogor mengenai rumah warga yang kondisinya nyaris roboh, tetapi belum mendapatkan bantuan perbaikan.

“Kami menerima banyak laporan mengenai warga yang rumahnya hampir roboh, tetapi belum tersentuh program Rutilahu. Kami akan mengecek langsung dan mengonfirmasi kepada pemerintah desa setempat,” ujarnya.

Tidak hanya bidang sosial, Mukernas perdana Komunitas KDM Nusantara juga membahas program pengembangan seni dan budaya.

Bachtiar mengatakan, komunitas tersebut berencana melakukan kunjungan ke sejumlah sanggar seni dan budaya di Jawa Barat. Kegiatan itu dilakukan untuk menyerap aspirasi secara langsung dari para seniman dan pelaku kebudayaan.

Menurut dia, Jawa Barat memiliki kekayaan seni dan tradisi yang beragam, mulai dari budaya Sunda Priangan, Cirebonan, hingga Betawi.

“Kekayaan seni dan tradisi tersebut harus terus dilestarikan agar tidak hilang di tengah perkembangan dan arus modernisasi,” kata Bachtiar.

Dalam Mukernas tersebut, Komunitas KDM Nusantara juga menyepakati rencana penyelenggaraan Festival Teater tingkat SMA dan SMK se-Jawa Barat.

Program tersebut, kata Bachtiar, merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan seni teater di kalangan pelajar.

Ia mengatakan, gagasan tersebut sejalan dengan perhatian terhadap pengembangan seni pertunjukan di lingkungan pendidikan.

“Komunitas KDM Nusantara memiliki banyak anggota dengan latar belakang sebagai seniman teater. Karena itu, kami sepakat untuk menyelenggarakan festival teater tingkat pelajar SMA dan SMK se-Jawa Barat,” ujarnya.

Bachtiar berharap kegiatan seni dan budaya yang dikemas melalui festival maupun pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan para pelaku seni.

Selain itu, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seni dan tradisi dinilai penting untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah.

“Keterlibatan anak muda dalam seni tradisi dapat menumbuhkan rasa bangga, semangat gotong royong, serta etos kerja yang kuat,” kata Bachtiar. (Egi)