Lampu Sorot Jadi Saksi: Kerja Keras TNI-Warga Rampungkan Jalan Simin Gaer Jelang Tutup TMMD
Newsbarito, Bekasi – Saat matahari telah tenggelam dan sebagian besar warga Kota Bekasi beristirahat, suasana di Jalan Simin Gaer, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, justru semakin memanas. Di bawah sorotan lampu-lampu penerangan darurat yang dipasang khusus, siluet-siluet personel Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0507/Bekasi dan warga setempat terlihat sibuk bergerak. Mereka bahu-membahu menyelesaikan tahap akhir pengecoran jalan, menjadikan malam hari sebagai saksi bisu dari dedikasi luar biasa jelang penutupan program. Senin (18/2/26)
Proyek revitalisasi jalan sepanjang 473 meter dengan lebar 4 meter ini memasuki fase krusial. Dengan batas waktu penutupan TMMD yang semakin dekat, strategi pengerjaan non-stop atau siang-malam diterapkan untuk memastikan target tercapai tanpa mengorbankan kualitas. Tidak ada rasa lelah yang terlihat di wajah-wajah para pekerja; yang ada hanyalah fokus dan semangat kebersamaan untuk memberikan hasil terbaik bagi lingkungan mereka.
Siang hari digunakan untuk persiapan material dan pengecoran massal, sementara malam hari dimanfaatkan untuk proses finishing, perataan, dan pemadatan beton agar permukaannya halus dan kokoh. Sinergi ini berjalan begitu alami. Warga menyediakan tenaga tambahan dan dukungan logistik sederhana seperti kopi dan makanan ringan, sementara Satgas memimpin teknis pekerjaan dengan disiplin tinggi.
Danramil 02/Pondok Gede, Mayor Inf Fajar Fitrianto, yang memantau langsung kegiatan pada Selasa (19/05/2026) malam, mengungkapkan kebanggaannya terhadap semangat kolaborasi ini.
“Lampu sorot ini menjadi saksi bagaimana kuatnya ikatan antara TNI dan rakyat. Kami bekerja siang dan malam bukan karena keterpaksaan, tapi karena komitmen. Kami ingin warga Jatirangga segera menikmati jalan yang layak, bebas lubang, dan bebas genangan sebelum TMMD resmi ditutup,” ujar Mayor Inf Fajar Fitrianto.
Ia menambahkan bahwa kerja keras di malam hari ini adalah bentuk penghormatan terhadap kepercayaan warga. “Ketika warga melihat kami terus bekerja bahkan saat mereka tidur, itu membangun rasa percaya. Bahwa TNI benar-benar hadir untuk menyelesaikan masalah mereka,” tambahnya.
Bagi warga sekitar, pemandangan kerja bakti di malam hari ini menjadi inspirasi. “Kami tidak tega melihat Bapak-bapak TNI bekerja sampai larut. Jadi kami ikut bantu sebisanya, minimal menjaga keamanan atau menyiapkan air minum. Ini jalan kami juga, jadi harus kami jaga bersama,” kata Pak Dedi, salah satu warga yang turut berjaga di lokasi hingga tengah malam.
Dengan progres yang terus dipacu secara intensif, Jalan Simin Gaer kini hampir sepenuhnya berubah wajah. Dari jalan tanah yang becek dan berlubang, ia bertransformasi menjadi jalur beton yang rapi dan modern, dilengkapi drainase yang fungsional.
Ketika fajar menyingsing esok harinya, Jalan Simin Gaer akan menyambut warga dengan permukaan baru yang kokoh. Dan di balik keindahan infrastruktur tersebut, tersimpan cerita tentang lampu-lampu sorot di malam hari, keringat yang bercucuran, dan persatuan hati antara TNI dan rakyat yang berhasil mengalahkan keterbatasan waktu demi kepentingan bersama. (Egi)





