Longsor Gunung Sampah Bantargebang, Pemkot Bekasi Fokus Evakuasi dan Antisipasi Dampak

Screenshot_2026-03-09-11-42-59-31_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Newsbarito, Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi merespons peristiwa longsor yang terjadi di kawasan TPST Bantargebang dengan melakukan koordinasi serta mengerahkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi untuk membantu proses penanganan di lapangan.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan para pekerja serta masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

“Lokasinya memang berada di wilayah Bekasi, tetapi pengelolaannya berada di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Yang terpenting saat ini adalah memastikan penanganan berjalan cepat dan kondisi di lapangan tetap aman,” ujar Tri.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bekasi melalui BPBD turut membantu proses evakuasi serta melakukan pemantauan di area sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan yang dapat membahayakan warga.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi tumpahan sampah yang dikhawatirkan dapat mengarah ke aliran Kali Asem maupun permukiman warga di wilayah terdampak.

Petugas di lapangan disiagakan untuk memonitor kondisi aliran air serta lingkungan sekitar TPST guna mencegah kemungkinan terjadinya dampak lingkungan yang lebih luas.

Tri menambahkan, Pemerintah Kota Bekasi terus berkoordinasi dengan pihak pengelola TPST Bantargebang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar proses penanganan berjalan cepat dan situasi di lapangan dapat segera terkendali.

“Kami ingin memastikan kondisi tetap aman bagi para pekerja maupun masyarakat sekitar. Koordinasi dengan pihak pengelola terus dilakukan agar penanganan berjalan optimal,” kata Tri.
(Egi)