Tak Hanya di Kelas, Dinas Pendidikan Bekasi Apresiasi Ajang Olahraga Siswa SDN dan swasta di Pondok Melati

Screenshot_2026-08-19-10-38-29-67_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

News,Bekasi – Sorak-sorai penonton dan deru langkah kaki para pemain cilik di tingkat Sekolah Dasar negeri dan Swasta memecah keheningan sore di Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Di balik riuh rendah pertandingan Open Mini Soccer Ke-2 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), terselip sebuah pesan penting tentang keseimbangan pendidikan.

Acara yang diikuti oleh 28 tim perwakilan sekolah dasar se-kecamatan ini bukan sekadar kompetisi olahraga biasa. Kehadiran Wakil Sekretaris Dinas (Sekdis) PLT Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Wijayanti, bersama Camat Pondok melati menandakan bahwa pemerintah daerah memandang serius upaya stimulasi prestasi non-akademik sejak usia dini.

“Kami dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman di kecamatan lain,” ujar Wijayanti saat menghadiri upacara pembukaan, Rabu (19/8/2026).

Bagi Wijayanti, kehadiran di lapangan hijau Pondok Melati adalah bukti nyata bahwa pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Ia menekankan pentingnya memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi minat mereka, baik dalam bidang seni, olahraga, maupun kegiatan lainnya di luar akademis.

“Pembelajaran bukan hanya di dalam kelas. Kita harus memberikan stimulasi kepada siswa untuk berprestasi sesuai dengan potensi masing-masing. Anak-anak yang memiliki bakat olahraga perlu diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka,” jelasnya.

Membangun Jalur Prestasi Berjenjang

Lebih jauh, Wijayanti melihat kegiatan ini sebagai fondasi awal dari sistem pembinaan prestasi berjenjang. Ia berharap inisiatif di tingkat kecamatan seperti di Pondok Melati dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga terbentuk ekosistem kompetisi yang sehat mulai dari tingkat kecamatan, kota, hingga provinsi.

“Harapannya, kegiatan-kegiatan ini bisa terus dilaksanakan. Dengan adanya screening atau penyaringan di tingkat awal seperti ini, kita akan memiliki data talenta yang siap bersaing di jenjang yang lebih tinggi. Siapa tahu, dari sini lahir atlet yang kelak akan mengharumkan nama bangsa,” tambah Wijayanti.

Ia juga menyinggung soal insentif atau rewards bagi peserta berprestasi. Meskipun detail teknisnya masih perlu dikaji, prinsip utamanya adalah memastikan bahwa anak-anak yang unggul di tingkat kecamatan memiliki jalur yang jelas untuk berkembang ke tingkat kota dan provinsi.

Kebersamaan Kunci Keberhasilan

Di sisi lain, Ketua K3S Pondok Melati, Jojo, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap event tahun kedua ini. Dengan 32 tim yang terdaftar, ia menilai bahwa kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik dan sportivitas di kalangan siswa semakin meningkat.

“Alhamdulillah, status partisipasi tinggi. Tanpa kebersamaan dan kerja keras panitia, mustahil kegiatan seluas ini bisa berjalan lancar,” kata Jojo.

Jojo mengingatkan bahwa keberhasilan acara ini adalah hasil kolaborasi banyak pihak. Ia berterima kasih kepada seluruh panitia, kepala sekolah, dan guru PJOK yang telah bekerja tanpa pamrih. Ia juga berpesan agar semangat ini tidak kendor dan terus dijaga oleh pengurus K3S serta KTSP di tingkat kecamatan.

“Semoga tetap dilaksanakan tahun-tahun berikutnya. Jangan sampai kendor. Tetap semangat buat K3S dan pengurus di tingkat kecamatan,” pungkasnya.

Melalui ajang Open Mini Soccer Piala KKKS ini, Kecamatan Pondok Melati telah membuktikan bahwa pendidikan holistik—yang memadukan kecerdasan intelektual dan fisik—dapat dimulai dari langkah-langkah kecil di lapangan sekolah. Sebuah model yang layak dicontoh oleh wilayah lain di Kota Bekasi. (Egi)