Karoreminops Korbrimob Tinjau Pembangunan Jembatan Bailey di Agam, Laporkan Progres kepada Kapolri

Screenshot_2026-02-16-12-19-04-67_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

News Barito, Agam Sumatera Barat – Korps Brimob Polri meninjau langsung pembangunan Jembatan Bailey di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (14/2/2026), guna memastikan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di wilayah Sumatera Barat.

Peninjauan dilakukan Karoreminops Korbrimob Polri Brigjen Pol. Rudy Harianto bersama jajaran Polda Sumbar dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Agam. Rombongan turut didampingi Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin, Kabaglog Rorenminops Korbrimob Kombes Pol. Christiyanto Goetomo, serta Kapolres Agam AKBP Muari.Setibanya di lokasi Jembatan Bailey I di Jorong Koto Alam,

rombongan disambut Dansatbrimob Polda Sumbar Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik beserta jajaran dan masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, Karoreminops Korbrimob juga mengikuti pertemuan virtual bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memaparkan perkembangan pembangunan jembatan.

Paparan tersebut menjelaskan manfaat strategis jembatan dalam mendukung konektivitas wilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak banjir dan longsor.

Di Jorong Subarang Aia, personel Brimob bersama tim teknis bekerja sejak pagi dengan koordinasi intensif. Struktur rangka baja jembatan telah terpasang membentang di atas aliran sungai sebagai bagian dari tahap akhir pengerjaan. Jembatan Bailey menghubungkan Jorong Subarang Aia dengan Jorong Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur. Infrastruktur ini diproyeksikan memangkas jarak tempuh hingga 15 kilometer dan menghemat waktu perjalanan sekitar 30 menit.

Dengan segera beroperasinya jembatan, sekitar 2.200 warga dapat kembali beraktivitas normal. Akses menuju dua sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama kembali terbuka, serta sekitar 400 hektare lahan persawahan dan 200 hektare perkebunan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Pengecoran pondasi dilakukan untuk memperkuat struktur dasar sekaligus mencegah abrasi di bantaran sungai. Pekerjaan dilaksanakan sesuai standar teknis dengan mengutamakan keselamatan dan ketahanan konstruksi.

Hingga saat ini progres pembangunan mencapai 95 persen dan disertai normalisasi aliran sungai guna menjaga stabilitas jembatan sebagai solusi cepat menjaga konektivitas masyarakat pascabanjir.

Korps Brimob Polri menegaskan pembangunan Jembatan Bailey merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat sekaligus komitmen mendukung percepatan pemulihan infrastruktur di daerah terdampak bencana. Dengan situasi yang tetap aman dan kondusif, jembatan ditargetkan segera difungsikan untuk menunjang aktivitas masyarakat Kabupaten Agam.(Egi)