Sajian Memukau dari Bapak-Bapak RT 02/04, Juri Pusing Menilai Kelezatan Nasi Goreng Dasawisma
News,Bekasi – Siapa sangka, keahlian mengolah wajan dan spatula tidak hanya milik para koki profesional. Di lingkungan RT 02/04 Kelurahan Jatiranghon, para bapak-bapak anggota kelompok Dasawisma (Dawis) baru saja membuktikan kepiawaian mereka dalam ajang “Lomba Kreasi Memasak Nasi Goreng Ala Chef Warga”. Dari 10 peserta yang bertanding, persaingan berlangsung sangat ketat hingga detik-detik terakhir pengumuman juara. Sabtu malam (15/8/26)
Acara yang berlangsung meriah ini sukses mengubah suasana biasa menjadi pesta kuliner mini. Aroma bawang putih, terasi, dan rempah-rempah lainnya menyebar ke setiap sudut lingkungan. Para peserta pria tampil percaya diri, menumis, mengaduk, dan menghias piring sajian mereka layaknya chef kelas atas, menyajikan variasi mulai dari nasi goreng kampung klasik hingga kreasi modern dengan bahan lokal.
Trio Juri Ahli Hadapi Dilema Rasa
Keseruan puncak acara terjadi saat sesi penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari Lurah Jatiranghon, H. Dedy, Kasi Permasbang, Taufik, serta Tokoh Masyarakat RT 03, Surya Darma. Kombinasi perspektif pemerintahan, ketertiban, dan tokoh masyarakat membuat standar penilaian menjadi sangat ketat.

Setiap dari 10 peserta menyajikan keseimbangan rasa gurih, manis, dan pedas yang matang. Tekstur nasi yang tidak lembek dan aroma smoky menjadi nilai plus utama. Para juri mengaku kesulitan karena kualitas antar-peserta sangat tipis perbedaannya.
“Ini luar biasa. Sulit sekali memilih juara karena kualitasnya sangat merata. Rasanya bukan sekadar enak, tapi ada ‘jiwa’ gotong royong dalam setiap suapan,” ungkap H. Dedy saat memberikan komentar usai pencicipan.
Pengumuman Juara: Duel Tipis Tiga Besar
Setelah melalui deliberasi panjang dan perhitungan cermat, dewan juri akhirnya menetapkan tiga besar pemenang dari 10 peserta yang bersaing. Hasilnya menunjukkan persaingan yang sangat sengit, terutama di posisi puncak.
Juara Pertama berhasil direbut oleh Dawis 6 dengan total nilai fantastis 262. Sajian mereka dinilai paling sempurna dari segi rasa, tekstur, hingga presentasi visual yang memikat para juri.
Posisi Juara Kedua diisi oleh Dawis 7 dengan selisih nilai yang sangat tipis, yakni 259,1. Kreasi Dawis 7 hampir saja menyamai pemimpin klasemen, berkat inovasi bumbu yang unik dan cita rasa yang kuat.
Sementara itu, Juara Ketiga jatuh kepada Dawis 5 dengan perolehan nilai 251. Meskipun berada di posisi ketiga, sajian Dawis 5 tetap mendapat pujian tinggi karena konsistensi rasa dan teknik memasak yang apik.

“Selisih nilai antara juara 1 dan 2 hanya sekitar 3 poin. Ini membuktikan bahwa bapak-bapak di RT 02/04 memang memiliki talenta tersembunyi yang luar biasa,” tambah Surya Darma, tokoh masyarakat RT 02
Makna di Balik Sajian
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini memberikan makna mendalam bagi warga RT 02/04. Kegiatan ini berhasil memecah stereotip bahwa urusan dapur hanyalah domain ibu-ibu. Para bapak dari Dasawisma menunjukkan bahwa memasak bisa menjadi media bonding yang menyenangkan dan memperkuat solidaritas antarwarga.
Kehangatan interaksi selama proses memasak dan kebanggaan saat menerima penghargaan dari Lurah H. Dedy dan juri lainnya, menjadi momen tak terlupakan. Bagi warga Jatiranghon, nasi goreng buatan Dawis RT 02/04 kini bukan hanya makanan, melainkan simbol kebersamaan dan kreativitas yang patut dibanggakan. (Egi)






