Brigjen Tamim Mustofa Rayakan Milad ke-63 Bersama Seniman Senior, Tekankan Pentingnya Silaturahmi

Screenshot_2026-08-19-18-47-48-60_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

NEWS, BEKASI, – Dewan Pembina Pesona Seniman Indonesia (PSI) Brigjen TNI (Purn) Drs. Tamim Mustofa, M.Si. merayakan hari ulang tahunnya yang ke-63 bersama sejumlah seniman senior di Bekasi, Rabu (19/8/2026). Acara yang bertepatan dengan bulan kemerdekaan tersebut dimanfaatkan sebagai momentum mempererat tali silaturahmi antar-kreator seni tanah air.

Ketua Umum PSI Reza Angela menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif untuk menghimpun para anggota dan pembina organisasi dalam suasana yang lebih akrab. Selain merayakan milad Brigjen Tamim, acara ini juga menjadi wadah bagi para seniman yang lahir di bulan Agustus untuk berkumpul.

“Acara ini sekaligus merayakan HUT RI dan ulang tahun para anggota yang lahir di bulan Agustus, seperti Ibu Yayuk Suseno dan lainnya. Tujuannya agar komunitas PSI berjalan lebih solid,” ujar Reza Angela di lokasi acara.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain penyanyi Yayuk Suseno, Lisda Hendri dari komunitas pre-wedding, Ratna Listy, Sheila Poni, Jotanda, Iwan Biji, serta Ati Ma’ruf selaku ketua komunitas ML. Sementara itu, Paramita Rahayu dan Rosady tercatat berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Brigjen Tamim Mustofa menekankan bahwa silaturahmi bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan spiritual dan sosial yang dapat membawa keberkahan.

“Silaturahmi inilah yang akan memanjangkan umur dan mendatangkan rezeki. Saya mengapresiasi kepemimpinan Mbak Reza Angela yang mampu mengumpulkan orang-orang kreatif dan energik,” kata Tamim.

Tamim juga menyoroti kesamaan tanggal lahirnya dengan musisi Dwiki Dharmawan, yakni 19 Agustus. Meski Dwiki tidak hadir secara fisik, Tamim menilai semangat kreativitas dan kepemimpinan dapat bersinergi meskipun melalui jalur yang berbeda.

Sementara itu, Reza Angela mengungkapkan rencana pengembangan program PSI ke depannya. Setelah sebelumnya fokus pada kegiatan sosial, PSI akan meluncurkan program “Panggung Pesona” pada September mendatang. Program tersebut bertujuan memberikan ruang ekspresi bagi anggota, baik senior maupun junior.

“Kami juga sedang merancang kolaborasi dengan komunitas lain, termasuk ES Club, untuk penggalangan dana bagi korban bencana alam. Ini bentuk kepedulian PSI bahwa seni harus menjadi jembatan untuk aksi nyata,” tambah Reza.

Melalui acara tersebut, PSI berharap dapat terus mempertahankan eksistensinya sebagai wadah persaudaraan seniman yang tidak hanya bergerak di bidang hiburan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan.

(Penulis: Egi )