Fokus Infrastruktur & Ketertiban Idul Adha, Plh Wali Kota Harris Bobihoe Beri Arahan Tegas di Apel Pagi
Newsbarito, Kotabekasi – Suasana pagi di lingkungan Pemkot Bekasi terasa lebih semarak dan penuh makna. Plh. Wali Kota Abdul Harris Bobihoe memimpin apel pagi gabungan seluruh aparatur sipil negara (ASN). Senin (25/5/26)
Momen rutin ini kali ini memiliki nilai tambah khusus, karena dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kenaikan pangkat bagi pegawai berprestasi serta upacara perpisahan hangat bagi para pegawai yang memasuki masa purna tugas (pensiun).
Dalam amanatnya, Harris Bobihoe tidak hanya memberikan apresiasi atas dedikasi para aparatur, tetapi juga menyoroti tiga agenda strategis yang menjadi prioritas utama pemerintah kota dalam periode ini.
Harris menegaskan komitmen pemkot untuk terus membangun sinergi kuat dengan Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Pusat. Fokus utamanya adalah mempercepat penyelesaian proyek vital, yakni Fly Over Bulak Kapal serta perbaikan fasilitas stasiun kereta api. Langkah ini dinilai krusial untuk mengurai titik kemacetan kronis dan meningkatkan mobilitas warga Bekasi yang semakin padat.
Menyongsong libur panjang Idul Adha, Harris mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta koordinasi yang erat antara warga dan pihak keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif. “Keamanan dan ketertiban adalah kunci kenyamanan bersama selama liburan. Mari kita jaga saling bahu-membahu,” ujarnya.
Poin paling tegas dan mendetail disampaikan terkait pelaksanaan ibadah kurban. Harris menekankan bahwa pemotongan hewan harus berlangsung sehat, tertib, aman, serta sesuai dengan syariat Islam. Ia secara khusus memerintahkan jajaran kecamatan hingga tingkat RT/RW, serta pengelola tempat pemotongan, untuk bertanggung jawab penuh atas kebersihan area.
“Kepada para Camat, Lurah, RW, dan RT serta pengelola tempat pemotongan, wajib hukumnya menyediakan sarana yang higienis dan mengelola limbah dengan benar. Pastikan drainase di sekitar area penyembelihan bersih, karena limbah kurban yang bercampur dengan genangan air akan menjadi persoalan yang serius bagi kesehatan lingkungan,” tegas Harris Bobihoe.
Untuk mendukung instruksi tersebut, Harris mengintruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyiagakan armada khusus. Tim DLH diminta bergerak cepat (fast response) membantu masyarakat membersihkan sisa limbah pasca-pemotongan hewan kurban agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau atau sumber penyakit.
Tak kalah penting, terkait fenomena tahunan penggunaan trotoar dan fasilitas umum sebagai lapak penjualan hewan kurban, Harris meminta Satpol PP beserta aparatur wilayah untuk turun ke lapangan. Penertiban dilakukan secara proaktif demi menjamin keselamatan pejalan kaki dan kelancaran arus lalu lintas.
“Kita ingin Idul Adha tahun ini tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga mencerminkan tata kelola kota yang rapi, bersih, dan manusiawi,” pungkas Harris menutup amanatnya.
(Egi)






