Dari Atap Bocor hingga Hunian Nyaman: Air Mata Syukur istri pak Samad di Hari Penutupan TMMD 128
Newsbarito, Bekasi – Suasana haru menyelimuti Kelurahan Jatirangga pada Rabu (20/5/2026). Bukan karena perpisahan yang sedih, melainkan karena rasa syukur yang meluap. Hari ini menandai hari terakhir pelaksanaan Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128, di mana Kodim 0507/Bekasi, Kota Bekasi, resmi mengumumkan keberhasilan mereka: 100 persen program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) telah tuntas dikerjakan.
Di antara sekian banyak wajah bahagia, sosok Ahmad dan Istri warga RT 03/RW 09, menjadi simbol nyata dari dampak kemanusiaan TMMD kali ini. Bagi seorang ibu rumah tangga seperti dirinya, memiliki atap yang tidak bocor dan dinding yang kokoh bukanlah sekadar mimpi, melainkan kebutuhan dasar yang selama ini sulit ia gapai.
Sebelum kehadiran Satgas TMMD 128, kondisi rumah Ahmad memprihatinkan. Atap seng yang berkarat kerap menimbulkan suara bising saat hujan, disertai kebocoran yang membuat lantai rumah selalu basah. Dindingnya pun retak-retak, membuat penghuninya kurang merasa aman.
Namun, dalam hitungan minggu, tangan-tangan terampil prajurit TNI bersama warga setempat telah menyulap hunian tersebut. Cat putih yang cerah kini membalut dinding luar, atap baru terpasang rapi, dan sirkulasi udara diperbaiki agar rumah lebih sehat.
“Jujur, saya tidak menyangka perubahan bisa secepat dan sebagus ini,” kata Ahmad sambil mengusap sudut matanya. “Dulu, setiap hujan turun, hati saya cemas. Sekarang, saya bisa tidur nyenyak. Anak-anak juga lebih nyaman belajar di rumah. Ini bukan sekadar bangunan, tapi ketenangan hidup bagi kami.”
Keberhasilan mencapai target 100 persen penuntasan Rutilahu ini tidak lepas dari semangat “Manunggal” yang diusung TMMD. Satgas Kodim 0507/BKS tidak bekerja sendiri. Mereka melibatkan tukang lokal, menyediakan material berkualitas, serta mendapat dukungan penuh dari perangkat Kelurahan Jatirangga.
Komandan Kodim 0507/BKS dalam sambutannya menekankan bahwa TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang mengembalikan martabat warga melalui hunian yang layak.
“Ketika seorang warga seperti BPK Ahmad tersenyum lega, itulah ukuran keberhasilan kami. Kami bangga bisa memberikan kado penutupan TMMD ke-128 berupa rumah layak huni bagi saudara-saudara kita di Bekasi,” ujarnya.
Meskipun masa tugas Satgas TMMD 128 berakhir hari ini, dampaknya diharapkan akan terus dirasakan. Rumah-rumah yang telah direhabilitasi bukan hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga memicu semangat warga lain untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan mereka.
Bagi istri pak Ahmad dan warga Jatirangga lainnya, TMMD 128 akan selalu dikenang bukan sebagai proyek militer semata, melainkan sebagai momen di mana negara hadir secara langsung, menyentuh kehidupan paling dasar rakyatnya: sebuah rumah yang aman, layak, dan penuh cinta. (Egi)





