“Tak Lagi Waswas Saat Hujan Turun”: Haru Nurlaila Sambut Penuntasan Renovasi Rumah via TMMD 128

IMG-20260520-WA0051

Newsbarito, Bekasi – Bagi Nurlaila (45), suara deru hujan yang sebelumnya menjadi momok menakutkan, kini berubah menjadi lantunan alam yang menenangkan. Di beranda rumah barunya di RT 03/RW 09, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, wanita itu duduk santai sambil menyeruput teh hangat, Rabu (20/5/26).

Tidak ada lagi ember-ember plastik yang berjajar di sudut ruangan untuk menampung air yang menetes dari atap bocor. Tidak ada lagi kecemasan bahwa dinding rapuh akan ambruk diterpa angin kencang. Semua kekhawatiran itu telah sirna, digantikan oleh rasa aman yang hakiki setelah program rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) dalam rangkaian Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 resmi dinyatakan tuntas 100 persen untuk huniannya.

“Alhamdulillah… rasanya seperti mimpi yang menjadi nyata,” ucap Nurlaila, suaranya sedikit bergetar menahan haru. “Tadinya rumah ini tidak layak. Sekarang? Layak, aman, dan nyaman. Saya sangat bahagia.”

Senyum lebar yang tersirat di wajah istri dari Mahmud itu seakan menghapus memori kelam selama bertahun-tahun tinggal di hunian semi-permanen yang kondisinya memprihatinkan. Dinding bilik yang mulai keropos, lantai tanah yang becek saat musim hujan, dan atap seng berkarat yang nyaris tembus pandang, adalah keseharian yang harus ia jalani.

“Dulu, setiap langit mendung, jantung saya sudah berdebar duluan. Saya dan suami harus sigap memindahkan barang-barang, bahkan sering kali kami tidak bisa tidur nyenyak karena takut atap jatuh menimpa anak-anak,” kenang Nurlaila sambil melirik ke arah langit-langit rumah barunya yang kokoh berlapis plafon rapi.

Bagi keluarga prasejahtera seperti mereka, merenovasi rumah adalah impian yang terasa jauh dari jangkauan. Keterbatasan ekonomi membuat mereka hanya bisa pasrah menunggu uluran tangan. Hingga akhirnya, kehadiran Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0507/Bekasi di wilayah Jatirangga membawa harapan baru.

Proses renovasi berlangsung dengan semangat gotong royong yang kental. Para prajurit TNI, yang biasanya identik dengan senjata dan baris-berbaris, tampak luwes memegang sekop, adukan semen, dan palu. Mereka bekerja bahu-membahu dengan warga setempat, mengubah puing-puing ketidaklayakan menjadi struktur bangunan yang berdiri tegak.

Kepala Keluarga, Mahmud, mengaku tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. Baginya, bantuan ini bukan sekadar materi, tetapi perhatian mendalam dari negara terhadap rakyat kecil.

“Kami tidak mampu jika harus membangun sendiri. Terima kasih kepada Bapak-Bapak TNI dari Kodim 0507/Bekasi, serta semua pihak yang telah membantu hingga rumah ini selesai 100 persen. Kini kami bisa tidur dengan tenang,” ujar Mahmud sambil menunjuk kamar tidur baru yang lebih luas dan berventilasi baik.

Komandan Kodim (Dandim) 0507/Bekasi, Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, S.H., M.I.Pol., yang meninjau langsung lokasi penuntasan proyek, menegaskan bahwa sasaran fisik TMMD bukan sekadar angka statistik.

“Bagi kami, indikator keberhasilan TMMD Ke-128 bukan hanya pada berapa meter jalan yang dicor atau berapa unit rumah yang direnovasi. Tapi, ketika kami melihat Ibu Nurlaila dan warga lainnya tersenyum lega karena memiliki tempat tinggal yang manusiawi, itulah kemenangan sesungguhnya,” tegas Dandim Krisrantau.

Ia menambahkan, penuntasan 100 persen sasaran Rutilahu di Kecamatan Jatisampurna merupakan bukti sinergitas efektif antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup warga.

Kini, Nurlaila sibuk menata perabotan sederhana di ruang tamunya yang baru. Lantai semen yang halus dan bersih menggantikan tanah yang dulu kerap becek. Jendela-jendela kaca memungkinkan cahaya matahari masuk dengan leluasa, membuat suasana rumah terasa lebih cerah dan sehat.

Di dinding ruang tamu, sebuah kalender baru tergantung rapi. Bagi Nurlaila dan Mahmud, ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan simbol dimulainya babak baru kehidupan mereka. Babak yang diisi dengan ketenangan, kesehatan, dan rasa syukur yang tak terhingga.

“Cukup sekian kata-kata saya. Yang penting, kami sudah merasa cukup. Terima kasih TMMD 128, terima kasih Indonesia,” tutup Nurlaila sambil tersenyum lebar, menyambut tamu yang datang untuk berbagi kebahagiaannya.

(Egi)