Kebakaran SPBE Cimuning, Pemkot Bekasi Pastikan Seluruh Biaya Korban Ditanggung Penuh

Screenshot_2026-04-02-11-29-33-13_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Newsbarito, Bekasi  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menegaskan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan bagi para korban terdampak kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustikajaya. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial pemerintah daerah atas musibah hebat yang terjadi pada Rabu malam (1/4/2026).

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, saat meninjau lokasi kejadian pada Kamis (2/4/2026), menyampaikan bahwa dampak kebakaran tersebut cukup luas, merambat hingga ke permukiman warga di sekitar area industri. Ia mengupdate jumlah korban menjadi sekitar 14 orang.

“Dampak yang ada di sekitar sini tentunya rumah warga beberapa yang terdampak dan korban kurang lebih hampir 14 orang,” ujar Bobihoe di lokasi.

Meskipun tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut, kondisi para korban luka bakar terbilang sangat kritis. Bobihoe mengungkapkan bahwa sebagian korban mengalami luka bakar hingga mencapai 90 persen dari area tubuh mereka.

“Para korban sudah kita evakuasi ke Rumah Sakit Tipe A milik kita, baik di RSUD Chasbullah maupun dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) agar mendapatkan penanganan yang terbaik,” jelasnya.

Pemerintah Kota Bekasi menjamin bahwa proses pemulihan korban akan difasilitasi penuh tanpa terkecuali. “Karena ini adalah musibah yang tidak bisa diprakirakan. Insya Allah semua korban itu akan menjadi tanggungan dari Pemerintah Kota Bekasi, baik melalui BPJS Kesehatan maupun skema pembiayaan lainnya,” tegas Bobihoe.

Api Padam Setelah Berjam-jam Berjibaku

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi melaporkan bahwa laporan pertama mengenai kebakaran diterima pada pukul 21.08 WIB. Petugas langsung dikerahkan mengingat lokasi kejadian merupakan area penyimpanan gas yang sangat rentan terhadap ledakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, menyatakan bahwa sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api yang berpotensi memicu ledakan susulan.

“Lantaran situasi di lokasi kejadian merupakan tempat pengisian gas yang rentan terjadinya bahan-bahan yang mudah meledak, kami mengerahkan kekuatan maksimal,” ungkap Heryanto.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran dipicu oleh kebocoran gas saat proses pengisian ke tabung utama. Insiden ini mengakibatkan kerusakan pada area seluas kurang lebih 2.000 meter persegi. Api baru berhasil dipadamkan total pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.45 WIB setelah petugas melakukan pendinginan intensif untuk mencegah percikan api muncul kembali.

“Dengan api dipadamkan petugas pukul 03.45 WIB, kini tengah dilakukan proses pendinginan lebih lanjut agar tidak menimbulkan percikan api kembali,” pungkas Heryanto.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan terkendali. Pemerintah Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menunggu hasil investigasi lanjutan dari pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti serta mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

(Egi)