Wali Kota Tri Adhianto Puji Efisiensi Sistem Barcode, Targetkan Job Fair Tambahan di Akhir Tahun untuk Lulusan Baru

IMG-20260707-WA0040

News, Kota Bekasi – Era membawa berkas CV menumpuk tampaknya telah berakhir di Kota Bekasi. Dalam pembukaan Job Fair Kota Bekasi 2026 di Mega Bekasi, Kamis (7/7/26), Wali Kota Tri Adhianto menyaksikan langsung transformasi digital dalam pencarian kerja. Sebanyak 50 perusahaan membuka 3.500 lowongan dengan sistem yang jauh lebih tertata, efisien, dan inklusif.

Antusiasme warga terbukti masif. Sebelum gerbang dibuka, 7.000 pencari kerja telah terdaftar melalui platform daring Disnaker Kota Bekasi. Tidak ada lagi antrean panjang membawa map berisi fotokopi ijazah. Kini, cukup dengan pemindaian kode batang (barcode), perusahaan dapat mengakses seluruh profil dan dokumen pelamar secara instan.

“Tahun ini jauh lebih rapi. Pencari kerja tidak perlu repot membawa hardcopy. Semua terdigitalisasi. Ini efisiensi waktu bagi kedua belah pihak,” ujar Tri Adhianto, mengapresiasi langkah Disnaker yang berhasil memangkas birokrasi konvensional.

Inklusivitas Menjadi Prioritas
Di balik kecanggihan teknologi, sisi kemanusiaan tetap menjadi sorotan utama. Event tahun ini mengalokasikan sekitar 300 posisi khusus bagi penyandang disabilitas atau “Teman Istimewa”. Langkah ini merupakan implementasi nyata dari regulasi ketenagakerjaan inklusif yang didorong Pemkot Bekasi.

Tri menegaskan komitmen jangka panjang: “Kami akan terus memfasilitasi, termasuk lewat pelatihan khusus, agar semakin banyak perusahaan yang sadar dan memenuhi kuota kesempatan kerja bagi teman-teman istimewa.”

Ekspansi Program: Job Fair Susulan & Magang
Menyadari dinamika lulusan baru SMA/SMK yang biasanya aktif mencari kerja pasca-kelulusan, Tri Adhianto mengungkapkan wacana penambahan jadwal Job Fair di akhir tahun (November-Desember), jika anggaran memungkinkan.

Tak berhenti di situ, Pemkot Bekasi juga tengah mematangkan Program Pemagangan Berbasis Perusahaan yang ditargetkan berjalan tahun depan. Program ini dirancang sebagai jembatan pengalaman (bridge to employment), di mana peserta magang diharapkan dapat diserap menjadi karyawan tetap setelah masa pelatihan usai.

Kepala Disnaker Kota Bekasi menambahkan bahwa meski ada tantangan PHK di beberapa sektor, tren pencatatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) masih dominan positif. Dengan angka pengangguran terbuka saat ini di kisaran 7,33%, Pemkot optimistis angka tersebut dapat ditekan melalui kombinasi Job Fair yang lebih sering, program magang, dan penempatan tenaga kerja yang tepat sasaran.

  1. (Egi)