Wawali Bekasi Hadiri Khitanan Massal YASFI, Apresiasi Sinergi Pengabdian Masyarakat
News, Bekasi – Wakil Walikota Bekasi, Dr. H. Abdul Harris Bobihoe, M.Si., menghadiri kegiatan khitanan massal yang digelar oleh Yayasan Fisabilillah (YASFI) di SDIT Yasfi , Kota Bekasi, pada Minggu (28/6/2026). Kehadiran orang nomor dua di Pemkot Bekasi ini menjadi bentuk dukungan penuh terhadap program pengabdian sosial yang melibatkan 65 anak dari kalangan tidak mampu (dhuafa).
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Fisabilillah, Ustadz H. Solahudin Malik, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahun kedua pelaksanaan dan akan terus dilanjutkan setiap tahunnya. Ia menekankan bahwa program ini adalah wujud nyata dari pilar sosial YASFI, selain pendidikan, dakwah, dan ekonomi.
“Ini tahun kedua pelaksanaan sunatan massal di YASFI. Ke depan akan tiap tahun kita laksanakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat biar kemudian YASFI terasa lebih memiliki manfaat dan terasa di masyarakat,” ujar Solahudin.

Harris Bobihoe dalam arahannya mengapresiasi inisiatif YASFI yang konsisten membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga sosial seperti YASFI dengan dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk menciptakan ekosistem kepedulian yang kuat di Kota Bekasi.
“Kehadiran saya hari ini menunjukkan sinergitas kami dengan pihak panitia dan yayasan. Kami mendukung penuh kegiatan-kegiatan positif seperti ini yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” kata Harris.
Acara pembukaan secara teknis dilakukan oleh KH. Rahmaddin Afif. Solahudin juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan putra-putranya untuk dikhitan di fasilitas yayasan. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter islami bagi anak-anak.
Dari sisi operasional, kegiatan ini didukung oleh tim medis dari lembaga kesehatan Islam MERCY (Medical Emergency Rescue Committee) yang menurunkan empat orang dokter. Kolaborasi ini memungkinkan efisiensi biaya hingga setengah harga, sementara pendanaan utama didukung oleh PT Bank Negara Indonesia (BNI) dan donasi masyarakat.
“MERCY adalah lembaga kesehatan Islam yang dibentuk untuk proses pengabdian masyarakat. Dokter-dokter mereka banyak dikirim ke luar negeri, seperti ke Palestina. Alhamdulillah mereka membantu proses khitan di sini dengan harga khusus,” tambah Solahudin.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja keras panitia pelaksana yang terdiri dari Bapak Hafiz, Ibu Ida Hamidah, dan rekan-rekan lainnya. Khusus untuk aspek edukasi dan pembinaan peserta, Bapak Wisnu Dwi Untoro bertindak sebagai Koordinator Bidang Pendidikan. Peran Koorbid Pendidikan ini memastikan bahwa selain layanan medis, para peserta juga mendapatkan bimbingan nilai-nilai keislaman selama proses khitanan berlangsung.
Selain layanan khitan gratis, para peserta juga menerima santunan berupa bingkisan dan kain sarung. YASFI berharap program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak dhuafa di masa mendatang, sejalan dengan visi pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.
(Egi)






