Mayor Inf. Fajar Fitrianto Sampaikan Rencana Riset Proyek Insinerator di Jatisampurna
Newsbarito Bekasi — TNI melalui jajaran Kodim memulai riset pengadaan insinerator di Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, sebagai upaya mengurangi beban sampah di TPA Bantargebang Landfill. Kegiatan ini digelar usai pertemuan di Aula Kecamatan Jatisampurna, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Jatisampurna, para lurah, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kasdim 0507/Bekasi, serta unsur masyarakat.
Danramil 02 Pondokgede, Mayor Infanteri Fajar Fitrianto, mengatakan riset ini telah diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Ia menegaskan proyek tersebut masih bersifat awal karena belum adanya regulasi teknis dan legalitas resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait penggunaan insinerator.
“Ini masih tahap riset. Kami menjalankan atas petunjuk komando untuk mencari solusi penanganan sampah, khususnya pascakejadian longsoran di Bantargebang,” kata Fajar.
Ia menjelaskan, TNI bekerja sama dengan tim instalator dari Bandung untuk menghadirkan unit insinerator di wilayah tersebut. Keberadaan alat ini diharapkan mampu menekan volume sampah kiriman dari Bekasi dan wilayah lain ke TPA Bantargebang.
Menurut dia, hampir seluruh wilayah Kota Bekasi dan sebagian DKI Jakarta masih bergantung pada Bantargebang sebagai lokasi pembuangan akhir sampah.
Realisasi proyek ditargetkan mulai awal April, meski masih terkendala lahan yang saat ini ditempati pelaku usaha tanaman hias tanpa izin resmi. Pihaknya mengaku telah melakukan pendekatan persuasif dan mendapat respons positif dari para penghuni.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema relokasi bagi warga yang menempati lahan secara tidak sah ke rumah susun sewa (rusunawa) yang tengah dipersiapkan.
Fajar menambahkan, kebutuhan lahan untuk insinerator relatif terbatas, namun pembangunan akses jalan menjadi perhatian utama guna mendukung mobilitas truk sampah dan mencegah potensi kemacetan.
Ia berharap langkah ini dapat menjadi solusi sementara dalam penanganan sampah sambil menunggu realisasi proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik oleh pemerintah pusat.
(Egi)







